Awal Tahun Ini, Kejari Sidrap Hentikan Satu Penuntutan Kasus Penganiayaan, Ini Alasannya

  • Bagikan
Awal Tahun Ini, Kejari Sidrap Hentikan Satu Penuntutan Kasus Penganiayaan, Ini Alasannya

Sidrap, Infosiar.com — Awal tahun ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap menghentikan penuntutan satu perkara penganiayaan melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sidrap, Ady Haryadi Annas SH, MH dikantornya, Kamis, (6/1/2022)

Menurutnya, kasus yang dihentikan itu adalah perkara penganiayaan yang dilakukan tersangka inisial SU (58) terhadap korban SD (37) yang keduanya merupakan tentangga di kampung Simae, Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Sidrap, Sulsel.

Dijelaskannya, pemberian restorative justice atau keadilan restoratif tersebut, berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative.

“Kasus tersebut dihentikan penuntutannya karena telah memenuhi syarat berdasarkan pasal 5, antara lain tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana dibawah 5 tahun, dan luka yang dialaminya tidak berat, serta ada kesepakan damai dari kedua belah pihak,” jelas Kasi Pidum.

Sebelumnya, lanjut Ady Haryadi, menyampaikan bahwa, pemberian keadilan restoratif melalui berbagai tahapan yang di mulai dari mempertemukan kedua belah pihak dan disaksikan pihak keluarga dan tokoh masyarakat.

Ady Haryadi menambahkan, pertemuan itu turut dihadiri Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Sidrap, Rahmat Islami, SH selaku fasilitator dan menjelaskan kepada kedua belah pihak tentang mekanisme pemberian restorative justice.

“Saat itu kita jelaskan mekanisme pemberian restorative justice hingga keduanya sepakat berdamai. selanjutnya kami lanjutkan dan dimintakan persetujuan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) melalui Kejati Sulsel,” beber Ady Haryadi.

Setelah itu, kata Ady Haryadi, pada 4 Januari 2022 lalu, Kajari Sidrap, Samsul Kasim melakukan pemaparan dihadapan kedua belah pihak dan didampingi tim keadilan restoratif.

Usai menyampaikan kronologi kejadian, Kejari Sidrap, Samsul Kasim SH MH berdasarkan surat Jampidum menyebutkan, perkara tersebut memenuhi kreteria untuk dihentikan penuntutannya melalui keadilan restoratif.

Sekedar diketahui, perkara tersebut terjadi pada September 2021. Saat itu tersangka inisial SU (58) membakar sampah hingga asapnya menyebabkan tanaman korban inisial SD (37) mati.

Kemudian, saat itu korban menegur tersangka hingga tersinggung. Setelah tiga bulan kemudian, tepatnya November 2021 disalah satu hajatan pesta pernikahan bertemu korban.

Saat itu pula, tersangka langsung melakukan penganiayaan kepada korban menggunakan potongan balok kecil hingga korban mengalami luka memar dan bengkak pada lengan dan paha kanan.

Kemudian kasus tersebut berlanjut dan masuk tahap II di Kejari Sidrap hingga akhirnya penuntutannya dihentikan melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif. (Man)

  • Bagikan