Bupati Sidrap Dinilai Lukai Hati Warganya, Ini Penjelasan Guru Besar Unhas

  • Bagikan
Bupati Sidrap Dinilai Lukai Hati Warganya, Ini Penjelasan Guru Besar Unhas
Bupati Sidrap Dinilai Lukai Hati Warganya, Ini Penjelasan Guru Besar Unhas

Makassar, Infosiar.online — Penolakan Bupati Sidrap Dollah Mando atas bantuan Partai NasDem berupa 2.000 rapid test untuk masyarakat Sidrap di masa pandemi Covid 19 saat ini, dinilai sangat melukai hati rakyatnya.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik pemerintahan dan juga guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Armin Arsyad, Selasa (19/5/2020) di Makassar.

Menurutnya, mewabahnya pandemi Covid 19 saat ini, seorang pemimpin daerah harus fokus mencegah dan memutus mata rantai  penularan virus ganas yang mematikan itu.

“Salah satu caranya, adalah melakukan mapping atau pemetaan korban. Dan salah satu cara melakukan mapping adalah melakukan rapid test. Ini bantuan dari NasDem kenapa ditolak, ini sangat melukai hati rakyat Sidrap,”tegas Prof Armin.

Baca Juga :  Wabup Tak Hadiri Puncak Peringatan Hari Jadi Sidrap Ke 677, Ada Apa Ya ?

Prof Armin juga menyampaikan, semua pihak dari manapun bisa memberikan sumbangsinya atas pemutusan mata rantai covid19 ini, baik dari swasta, pemerintah, partai politik, NGO atau apapun itu layak membantu.

“Kalau mereka sudah membantu, tapi ditolak sama pemerintah setempat, rakyat akan bertanya, ini pemkab Sidrap berpihak pada rakyat atau tidak, rakyat bisa marah,” ujar Armin.

Sekadar diketahui, Sekretaris DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif telah menawarkan 2.000 alat tes cepat atau rapid test plus Alat Pelindung Diri (APD).
Tapi saat tawaran tersebut disampaikan NasDem, Pemkab Sidrap melalui Bupati Sidrap menolak bantuan itu dengan alasan sangat politis.

Baca Juga :  Sosialisasi Porang di Sidrap, Syahar Boyong Sejumlah Pakar Pertanian Dari Kementan RI

“Selain 2.000 rapid test, kami juga siapkan alat dan perlengkapan lainnya seperti Alat Pelindung Diri (APD). Partai NasDem hanya minta Pemkab Sidrap siapkan tim medis,” ujar Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Tapi kenyataanya, sampai saat ini Pemkab Sidrap menolak dan tidak bersedia merealisasikan tes cepat tersebut dengan alasan politis. Syahar sapaan akrab Syaharuddin, dengan tegas mengatakan bahwa pemkab Sidrap harus fokus mengkosolidasi semua potensi dalam memerangi dan memutus mata rantai covid 19 di Sidrap. (Diah)

  • Bagikan