Covid 19 Terus Bertambah, Penerapan New Normal Perlu Pertimbangan

  • Bagikan
Covid 19 Terus Bertambah, Penerapan New Normal Perlu Pertimbangan
Covid 19 Terus Bertambah, Penerapan New Normal Perlu Pertimbangan

Sidrap, Infosiar.online — Perkembangan pasien virus corona (Covid 19) didaerah ini terus bertambah, sehingga rencana pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidrap untuk menerapkan program new normal perlu pertimbangan.

Pasalnya, situasi Covid 19 di Sidrap saat ini belum normal. Bahkan terus terjadi penambahan kasus baru warga yang dinyatakan positif terpapar virus itu.

Juru bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Pemkab Sidrap, Ishak Kenre menyampaikan perkembangan situasi yang terjadi di daerah ini, Selasa (2/6/2020).

Ia menyebutkan adanya tambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 3 orang itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Swab yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulsel.

Baca Juga :  Peduli Covid 19, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Siap Dukung Pemkot Makassar

“Betul, ada 3 tambahan kasus baru positif Covid-19, ketiganya diketahui sebaran Kecamatan Pitu Riawa, Panca Rijang dan Maritengngae,”jelas Ishak.

Dijelaskannya, satu diantara ketiga warga yang terpapar Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan PCR Swab itu, seorang pria 22 tahun, ber-KTP Makassar.

“Sedangkan perkembangan lainnya, terdapat seorang pasien positif yang sembuh dari Covid-19. Dia seorang perempuan dari sebaran Kecamatan Tellu Limpoe,”kata Ishak.

Baca Juga :  Tetap Mengikuti Protokoler Kesehatan, 253 PNS Enrekang Disumpah via Vidcon

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, dr H Andi Irwansyah menyebut, sampai saat ini, penularan masih terus terjadi di Farrah ini.

Untuk itu, kata Andi Irwansyah terus mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi dan terus meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

Menurutnya, petugas Puskesmas yang tergabung dalam Tim Gerak Cepat (TGC), terus meningkatkan pelacakan kontak erat.

“TGC melaksanakan surveilans aktif dan ditindaklanjuti dengan RDT serta pemeriksaan SWAB. Semua ini kita lakukan untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19,”jelas Andi Irwan. (Diah)

  • Bagikan