Dampak Banjir, 1.500 Hektar Lebih Tanaman Padi Warga Sidrap Rusak

  • Bagikan
Dampak Banjir, 1.500 Hektar Lebih Tanaman Padi Warga Sidrap Rusak

Sidrap, Infosiar.com — Dampak dari turunnya curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan 1.500 hektar lebih tanaman padi warga rusak didaerah ini.

Itu artinya, kegagalan panen padi pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar) terancam gagal panen, sehingga masyarakat petani dipastikan akan mengalami kerugian yanh tidak sedikit nilainya.

Dampak dari kerusakan tanaman padi ribuan hektar diatas lahan persawahan itu, tentunya semakin diperparah ditengah mewabahnya pandemi Covid 19 yang membatasi ruang gerak masyarakat dalam berkativitas mencari tambahan biaya hidup untuk keluarganya.

Menyikapi masalah itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Syaharuddin Alrif, S.IP, M,Si yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (11/12/2021) mengatakan, ikut prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat didaerah ini.

Untuk itu, kata Syahar, sapaan akrab Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel meminta Kepala Balai provinsi Sulsel untuk turunkan ke elevasi 1 agar bencana banjir di Sidrap akibat ketinggian air bisa turun.

“Saya merasa prihatin dan kasian melihat kondisi masyarakat petani yang mengalami kerugian akibat banjir di sejumlah wilayah pertanian di daerah, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian dari Pemkab Sidrap dan Balai Provinsi,”tegas Syahar.

Dikatakannya, solusi yang dapat dilakukan yaitu, bendung gerak dibuka elevasi 1, normalisasi sungai Walllannae, Kabupaten Bone, normalisasi sungai Patampang Kabuoaten Wajo.

Selanjutnya, kata Syahar, melakukan normalisasi sungai Wette’e, Kabupaten Sidrap serta mencarikan jalur pembuangan ke arah Parepare atau ke Kabupaten Pinrang.

“Sejumlah wilayah yang terdampak kerugian akibat banjir tersebut adalah, Desa Mojong, Empagae, Sidenreng, Lautang Benteng, Teteaji, Lise, Polewali Wette’e yang tentunya dapat diberikan bantuan benih padi untuk kembali beraktivitas setelah banjir surut,” pinta Syahar. (Diah)

  • Bagikan