Diduga Salah Tangkap, Propam Diminta Proses Personel Polda Sulsel

Diduga Salah Tangkap, Propam Diminta Proses Personel Polda Sulsel

Sidrap, Infosiar.com — Sejumlah personel yang mengaku oknum petugas Polda Sulsel melakukan penangkapan terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap. Sulsel, Kamis malam (24/2/2022).

IRT yang diamankan itu bernama Karlina (21). Penangkapan Ibu yang masih menyusui anaknya yang baru berusia dua tahun itu menjadi pertanyaan pihak keluarga dan warga setempat.

Dugaan salah tangkap tersebut menjadi perbincangan hangat warga setempat. Pasalnya sehari sebelum penangkapan, oknum petugas sempat melapor kepada pemerintah Desa untuk melakukan penangkapan terhadap seorang bernama Farham.

“Yah, sehari sebelum ibu Karlina ditangkap. Ada petugas hubungi saya bertemu di salah satu penginapan dan memperlihatkan surat tugas dan laporan polisi untuk menangkap lelaki Farham,” kata Kepala Desa Belawae, Muh Yasir, Jumat (25/2/2022).

Menurut Kades Yasir, terkait dugaan kasus yang melibatkan salah seorang warganya itu, sama sekali tidak diketahui, namun anehnya, kenapa isterinya yang dibawa dan belum diketahui dimana posisinya sekarang ini.

“Ada pemberitahuan polisi kalau ia  mau menangkap warganya bernama Farham. Yang jadi pertanyaan, kenapa isterinya yang dibawa, padahal dia masih menyusui,”ujar Kades Yasin yang diamini sejumlah jemaah Jumat Masjid Babul Salam, Belawae.

Sementara itu, Sudirman, kakak ipar korban mengaku menyaksikan penangkapan dan penggeledahan oleh sejumlah oknum mengaku petugas dari Polda Sulsel.

“Sempat saya rekam aksinya. Namun handphone saya diambil dan dibawanya. Selain membawa Karlina, mereka juga membawa beberapa Hp keluarga,”katanya.

Tak hanya itu, sambung Sudrirman, aparat juga membawa beberapa pakaian seperti baju, celana dan sarung.

“Ciri-ciri personel yang melakukan penangkapan itu, salah satunya berambut gondrong besar, dan ada juga kecil hitam dan seorang wanita. Semua berpakaian preman,” jelas Sudirman.

Terpisah, Sitti (60) yang tak lain  mertua Kalina mengaku kwartir terhadap nasib menantunya itu yang kabarnya belum diketahui hinggas saat ini dan bertanya-tanya siapa sebenarnya yang bawa dan kemana dia bawa.

Menyikapi masalah tersebut, pihak keluarga pun berencana akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sidrap dan Propam Polda Sulsel.

Sejumlah warga Desa Belawae yang mengetahui masalah itu, merasa kasus ini ada yang aneh. Pasalnya, dugaan tindak pidana yang menimpa terhadap seseorang, tidak boleh ada istilah jamin menjamin, kecuali kasus perdata. (Diah)