Dua Napi “Sakti”, Kendalikan Penipuan Dari Balik Jeruji Besi

  • Bagikan
Dua Napi Sakti, Kendalikan Penipuan Dari Balik Jeruji Besi

Sidrap, Infosiar.com — FS dan RS dua pelaku yang masih tercatat sebagai warga binaan Rutan Kelas 2A Samarinda, Kalimantan Timur ini, diduga melakukan penipuan dengan modus perantara jual beli mobil dan mengendalikannya dari balik jeruji besi.

Satuan Reskrim Polres Sidrap, berhasil mengungkap sindikat kasus penipuan yang tergolong besar itu. Pelaku berjumlah 5 orang, yang 2 diantaranya merupakan narapidana di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kedua pelaku yakni FS dan RS yang juga napi tersebut, diduga berperan sebagai otak penipuan dengan berpura-pura menjadi perantara jual beli mobil.

“FS yang merupakan otak penipuan dengan modus perantara jual beli mobil dari beberapa korban dan mengaku bernama Fery dan dilakukan seorang diri di dalam Rutan Kelas 2A Samarinda dengan menggunakan handphone,” urai Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Bennny Pornika kepada media pada, Minggu(28/3/2021).

Baca Juga :  Penyegaran Organisasi, Kapolres Sidrap Mutasi 101 Personel

Sementara itu, 3 pelaku lain yang berinisial SD, HN, dan JM. SD berperan mengambil uang hasil penipuan. Sedangkan JM dan HN adalah pemilik rekening yang mereka gunakan untuk menampung dana hasil penipuan.

“Untuk mengambil uang hasil penipuan tersebut dibantu oleh SD yang berperan mengambil uang dan lelaki RS rekan FS dalam Rutan. Sementara HN dan JM merupakan pemilik rekening tempat uang ditransfer,” kata Benny.

Benny juga mengungkapkan kasus ini berawal dari laporan salah satu korban yang merasa tertipu setelah melihat postingan mobil jenis minibus merk Toyota Avanza di Facebook. Korban lalu tergiur membeli mobil tersebut.

Kemudian, korban menghubungi pelaku FS, yang sebelumnya FS telah menghubungi sang pemilik mobil dengan maksud ingin membantu pemilik.

“Karena berminat membeli mobil tersebut, korban selanjutnya menghubungi nomor telepon pelaku di postingan, namun sebelumnya pelaku telah berkomunikasi melalui pesan WA dan Telepon dengan pemilik mobil di showroom dengan alasan dirinya juga ingin mendapat keuntungan dari jual-beli mobil dengan menjadi perantara,” tutur Benny.

Baca Juga :  Besok, Kapolres Akan Pimpin Sertijab 5 Kapolsek Lingkup Polres Sidrap

Sesaat setelah harga disepakati, lanjut Benny, korban langsung mentransfer dana sejumlah Rp 115 juta ke rekening yang dikirim oleh pelaku FS. Dan ternyata, Si Pemilik mobil belum menerima uang yang dimaksud.

“Selanjutnya pemilik mobil menyerahkan 1 unit mobil Toyota Avanza putih DD 1344 LG warna putih beserta STNK dan BPKB kepada korban, namun setelah pemilik mobil mengecek jumlah saldo pada rekeningnya, ternyata uang tersebut tidak ada dan dilakukan konfirmasi terhadap korban, ternyata uang pembelian mobil tersebut dikirim ke rekening yang dikirimkan oleh pelaku, saat dihubungi nomor pelaku yang merupakan warga binaan kasus Narkotika sudah tidak aktif,” ujar Benny. (mat).

  • Bagikan