Gelar Konsultasi Publik di Enrekang, Syahar Serap Masukan Masyarakat

  • Bagikan
Gelar Konsultasi Publik di Enrekang, Syahar Serap Masukan Masyarakat

Enrekang, Infosiar.com — Wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) H Syaharuddin Alrif S IP MM (SAR) menggelar Konsultasi Publik di kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Prekebunan, Rabu (02/06/2021) siang.

Kegiatan ini dalam rangka membahas Rancangan Pengusulan Peraturan daerah (RANPERDA) tentang sistem pertanian organik.

Sekertaris DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan didampingi Wakil Bupati Enrekang, Asman, Wakil ketua DPRD, Ikrar Erang Batu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Addi S P MM, dan puluhan Peserta Konsultasi Publik.

Baca Juga :  Wartawan BKM Meninggal, Keluarga Besar DPW Partai Nasdem Sulsel Turut Berduka

Asman dalam sambutanya menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan Wakil Ketua DPRD Sulsel di Kabupaten Enrekang.

“Semoga dalam memberi materi pengusulan Raperda dapat memberikan manfaat bagi kabupaten enrekang khususnya di bidang pertanian,” harap Wabup.

Gelar Konsultasi Publik di Enrekang, Syahar Serap Masukan Masyarakat

Syahar sapaan akrabnya, menjelaskan, konsultasi publik merupakan kegiatan untuk kedua kalinya dari DPRD Provinsi Sulsel. Tujuannya, menerima masukan masyarakat dan stakeholder terkait Perda yang nantinya digodok di DPRD.

“Hari ini, ranperda yang akan masuk dalam pembahasan di DPRD tentang sistem Pertanian organik. Kita lakukan konsultasi publik untuk merumuskan seperti apa poin yang akan dimasukan dalam Perda,” jelas Syahar.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Petani, Syahar Beri Bantuan dan Janji Berikan Transplanter

Syahar menambahkan “Pertanian merupakan Salah satu sektor utama dalam perkembangan perekonomian khususnya Sulawesi Selatan. Karna sebagian masyarakat sulsel mata pencariannya adalah sektor pertanian”.

“Maka dari itu melalui sistem pertanian organik dapat menghasilkan produk Yang berkualitas tinggi tanpa merusak lingkungan dan tentunya diharapkan juga memberikan kontribusi terhadap pertanian yang aman untuk di konsumsi untuk masyarakat,” tutupnya.(Mat).

  • Bagikan