Hampir Dipastikan Bulog Sidrap Tak Serap Gabah Petani, Ini Alasannya

7,093 Kali Dilihat
Hampir Dipastikan Bulog Sidrap Tak Serap Gabah Petani, Ini Alasannya

Sidrap, Infosiar.com — Musim panen gabah petani tahun 2023 ini, hampir dipastikan tidak akan diserap oleh pemerintah melalui Bulog Cabang Sidrap.

Pasalnya, harga pembelian pengusaha pangan lebih tinggi ketimbang harga pembelian pemerintah (HPP) dengan selisih harga yang cukup jauh, sehingga petani lebih cenderung menjual hasil penennya ke pengusaha.

Pantauan yang dilakukan di sejumlah lokasi panen didaerah ini, harga pembelian pengusaha pangan didaerah ini dengan harga yang bervariasi antara Rp 6.500 per kg hingga Rp 7.000 per kg.

Sementara HPP melalui Bulog Sidrap sebesar Rp 5.000, sehingga instruksi pemerintah pusat untuk menyerap gabah hasil produksi petani, nustahil akan terwujud.

Kepala Cabang Bulog Sidrap, Anwar Halim yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (28/8/2023) mengakui tidak mampu menyerap gabah petani dengan selisih harga yang cukup jauh.

Menurutnya, harga jual gabah yang tinggi, pihaknya tidak mampu bersaing dengan pembelian pengusaha pangan yang terjun langsung kelapangan melakukan pembelian gabah menggunakan mobil kontainer disejumlah lokasi panen didaerah ini.

Selain itu, lanjut Anwar, harga pembelian beras oleh pengusaha yang masuk ke daerah ini tergolong tinggi yang mencapai Rp 12 ribu per kg, sementara daya beli Bulog hanya Rp 9.950 per kg.

“Bukannya pemerintah tidak.mau menyerap produksi pertanian masyarakat, tapi karena harga pembelian pengusaha pangan termasuk tinggi yang tidak menutup kemungkinan masih akan terjadi kenaikan harga,”ujar Anwar. (Mia/Diah).