Jatah Pupuk Bersubsidi Kurang, RMS Janji Siap Fasilitasi Petani Sidrap

  • Bagikan
Jatah Pupuk Bersubsidi Kurang, RMS Janji Siap Fasilitasi Petani Sidrap
Jatah Pupuk Bersubsidi Kurang, RMS Janji Siap Fasilitasi Petani Sidrap

Sidrap, Infosiar.com — Keluhan petani selama 5 kali panen dalam 2 tahun terakhir, terkait merosotnya hasil produksi pertanian didaerah ini, menjadi salah satu penyebab kurangnya jatah pupuk bersubsidi ke masyarakat petani.

Hal itu terungkap pada saat anggota DPRD provinsi, yakni H Zulkifli Zain SH, alias H Pilli dan H Syaharuddin Alrif, S.IP, MM pada saat melakukan reses disejumlah wilayah dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

Bukan hanya itu, anggota DPR RI, H Rusdi Masse (RMS) juga mendengarkan langsung keluhan masyarakat petani saat menyerahkan langsung bantuan alat pertanian di Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulsel beberapa waktu lalu.

“Penyebab turunnya produksi pertanian secara drastis sejak dua tahun ini, karena kurangnya jatah pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah daerah, sehingga setiap musim panen, hasilnya mengalami penurunan,”ungkap sejumlah petani di hadapan RMS, mantan Bupati Sidrap dua priode itu.

Baca Juga :  Salut, NasDem Peduli Santuni Korban Luka Bakar di Maros, Ini Jumlahnya

Menyikapi keluhan itu, RMS yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sulsel itu, berjanji akan memfasilitasi kelangkaan pupuk dan akan berjuang di pusat untuk menambah jatah pupuk, agar kesejahteraan masyarakat petani didaerah ini semakin meningkat.

Namun, kata RMS, hal itu tentunya harus didukung oleh pemerintah daerah dengan mengusulkan ke pemerintah pusat daftar nama Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) terkait tambahan jatah pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Wagub Sulsel Kunjungi Poktan Teppo, Sidrap, Ini Pesannya

“Melalui fraksi partai NasDem didaerah ini, saya perintahkan untuk segera melakukan komunikasi ke Pemda untuk segera membuat daftar kebutuhan sesuai CPCL nya. Insya Allah, kami berjanji untuk segera merealisasikannya demi kepentingan warga Sidrap pada khususnya yang 70 persen masyarakatnya hidup bertani,” kata RMS yang disambut aplaus ratusan warga. 

Sekedar diketahui, kebutuhan pupuk bersubsidi didaerah ini sebesar 20 ribu ton, semebtara jatah yang diterima Pemda hanya 15 ribu ton, dan terjadi kekurangan sebesar 5 ribu ton, sehingga hal itu menjadi penyebab turunnya produksi secara drastis dalam 5 kali panen atau sejak dua tahun terakhir ini. (Diah)

  • Bagikan