Masak Nasi Kuning Untuk Dijual, IRT Ini Tewas Tertimpa Pohon Kelapa

426 Kali Dilihat
Masak Nasi Kuning Untuk Dijual, IRT Ini Tewas Tertimpa Pohon Kelapa
Masak Nasi Kuning Untuk Dijual, IRT Ini Tewas Tertimpa Pohon Kelapa


Banggai, Infosiar.online — Sungguh malang nasib seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tewas setelah terrimpa pohon kelapa didalam rumahnya sendiri saat sedang memasak nasi kuning untuk dijual.

Kejadian tragis tersebut menimpa perempuan Kalsum Ahmad (46) yang tinggal di Kelurahan Bunta 1, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulteng, Rabu dini hari (25/11/2020).

Demikian disampaikan Kapolsek Bunta, IPTU Nanang Afrioko, mengatakan, korban pada saat itu berada di dapur memasak nasi kuning untuk dijual namun sekira pukul 04.00 pagi, hujan disertai angin kencang melanda wilayah Bunta dan sekitarnya.

Pada saat itulah, sambung Kaplsek, korban yang sedang berada dibagian dapur rumahnya, tiba-tiba tertimpa pohon kelapa yang tumbang, sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Tak Kenal Rintangan, Polsek Pagimana Semangat Antar Logistik Hingga ke Pelosok

“Tuti Alawiyah (23), anak kandung korban, yang mendengar bunyi pohon tumbang, langsung keluar kamar menuju dapur, dan diapun melihat ibunya sudah tersungkur di lantai karena tertimpa pohon kelapa,”jelas IPTU Nanang.

Melihat kejadian tersebut, lanjut IPTU Nanang, anak korban teriak minta tolong, sehingga sejumlah tetangga datang menolong korban dan dilarikan ke Puskesmas Bunta.

Menurut penuturan mantan Idik II Sat Reskrim Polres Banggai itu, saat akan dievakuasi ke Puskesmas, korban masih dalam keadaan sadar, namun dalam perjalanan ke Puskesmas, korban menghembuskan nafas terakhir.

“Hasil visum petugas Puskesmas, korban mengalami patah tulang pada bagian punggung, kaki kiri dan luka memar disekujur tubuhnya,”kata Kapolsek Nanang.

Baca Juga :  Waspada Tindakan Kriminalitas, Polsek Toili Masifkan Razia Kendaraan

Selanjutnya kata IPTU Nanang, pihak keluarga korban juga menerima masalah ini sebagai suatu bencana, sehingga pihaknya memberikan surat pernyataan tidak keberatan atas peristiwa yang menimpa keluarganya. (Diah).