Merasa Terbebani Dibiayai Anaknya, Ibu Ini Nekad Akhiri Hidupnya

  • Bagikan
Merasa Terbebani Dibiayai Anaknya, Ibu Ini Nekad Akhiri Hidupnya


Sidrap, Infosiar.com — NY Irida (70), warga Lautang Salo, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Ahad kemarin (1/8/2021) sekira pukul 10.30 Wita ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri.

Kejadian tersebut awalnya ditemukan putrinya sendiri, Lahaseng (75) yang tak lain suami korban bersama anaknya, Ny Hasnah (40) yang sejak beberapa hari terakhir merawat korban yang lagi sakit-sakitan.

Menurut penurunan anak korban, Ahad pagi kemarin, ia bersama ibunya masih sempat melakukan aktivitas mencuci pakaian disumur yang berada dibelakang rumah korban.

Disaat itulah, almarhumah mengeluhkan karena merasa terbebani telah dibiayai dan dirawat bersama suaminya yang juga lagi sakit-sakitan oleh anaknya selama ini, sehingga almarhumah merasa khawatir terhadap keluarga suaminya yang tinggal di Kampung Elle Celimpo, Kabupaten Pinrang.

“Ibu saya merasa khawatir kalau saya tinggal merawatnya, keluarga suamiku beranggapan miring yang dapat berujung pada perceraian, itulah yang menjadi beban pemikirannya yang diungkapkan selama saya temani mencuci,”ujar Ny Hasnah yang tidak mampu sembunyikan rasa sedihnya, Senin (2/8/2021).

Dijelaskannya, setelah menyelesaikan cuciannya, almarhum naik ke atas rumahnya dan tak tidak pernah turun hingga ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri diatas rumah tanggung milik almarhumah.

“Setelah selesai mencuci, sayapun keatas rumah, dan menemukan ibu saya gantung diri dan beretiak minta tolong kepada tetangga, namun nyawanya sudah tak tertolong lagi,”kata Ny Hasnah.

Sementara itu, Kapolsek Urban Panca Rijang, KOMPOL Ahmad Rosma uang dikonfirmasi melalui ponselnya sesaat lalu, membenarkan adanya kejadian itu dan pihaknya sudah menangani kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata Kapolsek, pihaknya menemukan 1 buah kursi yang diduga digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya, dan ditemukan luka bekas jeratan tali pada bagian leher.

“Dari kejadian tersebut, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan rela menerima masalah ini sebagai cobaan dari Allah SWT dan bersedia menandatangani surat pernyataan,”ujar Kapolsek. (Diah)

  • Bagikan