Meskipun Dilarang Pemerintah, Pakaian Bekas Impor Terus Menjamur di Daerah Ini

  • Bagikan
Meskipun Dilarang Pemerintah, Pakaian Bekas Impor Terus Menjamur di Daerah Ini


Sidrap, Infosiar.com — Meskipun sudah dilarang oleh pemerintah, penjualan pakaian bekas impor atau yang dikenal masyarakat didaerah ini sebagai pakaian Cap Karung (Cakar) terus menjamur di Kabupaten Sidrap, Sulsel. 

Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah tempat atau di pasar-pasar yang ada didaerah ini, bahkan ada yang menjual di pinggir jalan poros Sidrap-Parepare atau tepatnya disebelah barat kantor Kodim 1420 Sidrap.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. 

Selain berpotensi menyebarkan penyakit menular, masuknya pakaian bekas impor tersebut ikut mengurangi daya saing industri pakaian dalam negeri. 

Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar, kenapa barang-barang yang sudah dilarang ini masih bisa lolos masuk ke Sidrap, dan bagaimana pemerintah dan aparat menyikapinya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Sidrap, Ahmad Dollah yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (11/6/2021) mengaku selama ini belum pernah melakukan pengawasan terkait pakaian bekas impor atau Cakar.

“Masalah ini akan kami koordinasikan terlebih dahulu ke pihak terkait, terutama Polres untuk mengambil langkah selanjutnya,”ujar Ahmad.
Selanjutnya, kata Ahmad, dia akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk melakukan pengawasan dan penertiban peredaran pakaian bekas. 

“Hal ini perlu dikonfirmasi dengan pihak Bea Cukai dan pihak pelabuhan terkait lolosnya barang larangan tersebut,”jelas Ahmad.

Informasi yang berhasil dihimpun, lolosnya pakai bekas impor atau Cakar ini, karena ada pihak tertentu yang  memasukkan dari Malaysia melalui pelabuhan Parepare, sehingga cukongnya yang harus lebih awal di proses oleh aparat bekerjasama pemerintah. (Diah)

  • Bagikan