Pemerintah-Muhammadiyah Beda Perayaan Idul Adha, Masyarakat Ikut Mana ?

212 Kali Dilihat
Pemerintah-Muhammadiyah Beda Perayaan Idul Adha, Masyarakat Ikut Mana ?

Sidrap, Infosiar.com — Pemerintah melalui Kementerian Menteri Agama (Kemenag) dan organisasi Muhammadiyah berbeda dalam menetapkan 1 Zulhijjah 1443 H.

Untuk pemerintah, 1 Zulhijjah 1443 H, ditetapkan pada 1 Juli 2022, sementara Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijjah jatuh pada tanggal 30 Juni 2022, masyarakat ikut mana ?

Menyikapi perbedaan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, 1 Zulhijah jatuh pada 1 Juli 2022, berarti Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada tanggal 10 Zulhijah, berkenaan dengan tanggal 10 Zulhijah dan bertepatan juga pada tanggal 10 Juli 2022.

Oleh sebab itu, kita sama-sama mengetahui bahwa yang ada dalam kenyataan ada perbedaan dalam kita menyikapi Hari Raya Idul Adha, sementara saudara-saudara kita dari Muhammadiyah telah mengumumkan lebih lebih tentang jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada tanggal 9 Juli 2022.

Demikian disampaikan Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH, Abdullah Jaidi saat konferensi pers, Rabu kemarin (29/6/2022) di Jakarta.

Menurut Jaidi, perbedaan waktu seperti ini adalah hal biasa, meski begitu, ia mengimbau agar perbedaan ini tidak membuat masyarakat pecah.

“Tentunya hal seperti ini adalah sesuatu yang biasa terjadi, di tengah-tengah kita adanya perbedaan. Tapi janganlah perbedaan itu sampai jadikan kita perpecahan, dan tidak saling menghormati,”jelas Jaidi

Ia mennagatakan, tandanya kita saling menghormati adanya perbedaan itu, karena tentunya perbedaan itu pada setiap permasalahan adanya wujudulhilal, dan ada rukyatulhilal yang kedua-duanya menggunakan hisab, hanya tergantung pada ketinggian pada hisab itu masing- masing.

Jaidi juga menjelaskan tentang aturan puasa Arafah. Ia meminta masyarakat tidak perlu bingung jika melakukan puasa Arafah.

“Kalau kita mau puasa Arafah pada tanggal berapa, kita ini dianjurkan puasa tanggal 1 Zulhijah sampai tanggal 9 Zulhijah, Berarti kalau kita mau puasa pada hari Jumat atau Sabtu, masih dibolehkan, karena belum ditetapkan sebagai Hari Raya Idul Adha,”katanya.

Untuk itu, kara Jaidi, kita tidak melarang saudara-saudara kita yang akan berhari raya tanggal 9 Juli 2022, saudara kita dari Muhammadiyah atau lain-lainnya, tetapi marilah kita saling menghormati saling menghargai di antara kita atas perbedaan ini.

“Terkait perbedaan penetapan awal Zulhijah, masyarakat dihimbau agar bersama-sama saling membantu fakir miskin dan duafa. Kita semua dapat mengambil inti dari Idul Adha dan tidak berfokus pada perbedaan waktu,”harap Jaidi yang dikutip melalui media online. (Diah)