Pengambilan Paksa Jenazah Di RSUD Daya Terus Berproses, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda

  • Bagikan
Pengambilan Paksa Jenazah Di RSUD Daya Terus Berproses, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda
Pengambilan Paksa Jenazah Di RSUD Daya Terus Berproses, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda


Makassar, Infosiar.online — Kasus pengambilan paksa jenazah Covid 19 di RSUD Daya beberpa waktu lalu yang dijamin salah seorang anggota DPRD Kota Makassar berinisial AH, proses hukumnya terus bergulir di Polrestabes Makassar.

Hingga saat ini, sejumlah saksi lainnya terkait kasus tersebut, pihak penyidik terus menyelidiki siapa-siapa yang terlibat dalam nasus pengambilan paksa Jenazah Covid 19 akan diproses lebih lanjuti.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Ahad (5/2020).

Menurutnya, pihak penyidik akan terus melakukan pengungkapan kasus ini, dan bila ditemukan adanya pelangggaran Covid 19, berarti telah menyalahi undang-undang  yang tidal mematuhi penyelenggaraan ke karantinaan kesehatan dan kekerasan atau ancaman melawan seorang pegawai negeri yang sedang menjalankan tugas yang sah.

Dijelaskannya, menurut kewajiban undang-undang, atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya, sebagaimana dimaksud pasal 93 ayat undang-undang Nomor : 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan pasal 214 KUH pidana atau pasal 335 KUHAP pidana atau pasal 336 KUHAP pidana.

Baca Juga :  Resmob Polda Sulsel Kembali Amankan Pelaku Curat

Ditegaskannya, pihaknya akan menindak tegas terhadap siapa saja yang melanggar protokol kesehatan. Terkait permasalahan tentang pelanggaran protokol covid adalah hal prioritas, dan semua sama di mata hukum, apalagi terkait dengan keselamatan banyak orang.

Kabid Humas menuturkan, dari pendalaman kejadiannya, kronologi pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya, yang dibawa pulang oleh keluarganya setelah adanya jaminan dari seseorang bernama AH.

Ia mengatakan, pasien almarhum Chaidir Rasyid masuk ke RSUD Daya Makassar, Sabtu (27/06/2020) pukul 07.05 WITA ,  selanjutnya pasien di rawat di ruang IGD di Ruang Transisi Covid-19, kemudian Tim Gugus Covid 19 melakukan Rapid Test.

Setelah itu, sambung Kabid Humas yang dituturkan saksi Dr MS, hasil Rapid Test pasien dinyatakan reaktif, kemudian di lanjutkan dengan Swab Test. Sementara menunggu hasil Swab Testnya, sekira pukul 11.58 Wita, pasien dinyatakan meninggal Dunia.

Baca Juga :  Koalisi NasDem-Gerindra Resmi Usung Danny-Fatma di Pilwali Makassar

Selanjutnya, kata Kabid Humas, AH bersama keluarga pasien datang  untuk mengambil pasien almarhum dan meminta tidak dilakukan protokol Covid, namun, pihak RSUD Daya melarang dan hal itu tidak dihiraukan oleh AH dan mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar yang mengijinkan untuk membawa jenazah pasien tersebut.

Kabid Humas kembali menuturkan, memang sebelumnya AH menelpon Direktur RSUD Daya, namun oleh Direktur sudah dijelaskan bahwa pasien ini Covid 19, dan rawan menyebarkan penyakit jadi, harus di kebumikan dengan protokol covid, namun AH memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah di bendung dan akan menuntut RSUD Daya.

Setelah berdebat, dan akhirnya sepakat membuat Surat Pernyataan di atas materai, AH bersama keluarga pasien mengambil dan membawa jenazah pasien tersebut yang selanjutnya di makamkan oleh keluarga pasien. (Diah)

  • Bagikan