Polres Rilis Kasus Kecurangan CPNS, Mabes Polri Pantau Secara Virtual

Polres Rilis Kasus Kecurangan CPNS, Mabes Polri Pantau Secara Virtual

Sidrap, Infosiar.com — Polres Sidrap.melalui Satreskrim Polres Sidrap merilis kasus kecurangan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 yang dipantau langsung Mabes Polri secara virtual, Senin (25/4/2022).

Rilis yang digelar tersebut, juga menghadirkan dua orang tersangka yang digelar secara serentak pada 9 titik kecurangan seleksi CPNS di seluruh Indonesia.

Di Sidrap terdapat ke dua orang yang resmi ditetapkan sebagai tersangka kecurangan seleksi CPNS yakni perempuan inisial AF (25) warga Perumnas Antang, Makassar, sedangkan lelaki MU (30), warga Kelurahan Bungtusu, Kec Paccerakang, Makassar.

Selain tersangka, Satreskrim Polres Sidrap juga memperlihatkan sejumlah barang bukti (BB) ikut disita yang diduga digunakan untuk melakukan kecurangan tersebut.

BB tersebut berupa 5 unit handapone berbagai merk, 9 unit komputer dan satu unit printer merk Epson L3110.

Rilis dipimpin langsung Kapolres Sidrap, AKBP Ponco Indriyo didampingi Waka Polres Sidrap, Kompol H Muhtar dan Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Saharuddin.

“Tersangka AF dan MU termasuk dalam tim kejahatan ciber crime seleksi CPNS Sidrap 2021. AF bertindak sebagai penjawab soal dan MU berperan mencetak atau cofy ujian dan screenshoot soal ujian dan data-data peserta ujian,” kata AKP Saharuddin.

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Enrekang itu, selain AF dan MU yang melakukan kecurangan dalam penerimaan CPNS di Sidrap, tersangka menyebutkan beberapa nama lainnya dalam tim tersebut.

“Kasus ini akan terus ditindak lanjuti dengan melengkapi mindik, pemeriksaan, penyitaan dan pengembangan,”ujar Kasat Reskrim

Dijelaskannya, kedua tersangka ditangkap karena turut diduga melakukan tindak pidana dengan melanggar Pasal 45 Jo Pasal 30 ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke -1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun.

Sekedar diketahui, sebelumnya Menpan RB Tjahjo Kumolo melalui dokumen laporannya telah memerintahkan masing-masing instansi terkait supaya mendiskualifikasi 225 peserta SKD CPNS Tahun 2021 yang diduga curang.

Kecurangan itu terdeteksi di sembilan titik lokasi (Tilok), yakni Kabupaten Buol 27 peserta, Kabupaten Enrekang 5 peserta, dan Kabupaten Mamuju Pasang Kayu Pemprov Sulbar 40.

Lalu Mandiri Lampung 23 peserta, Kabupaten Mamasa 19, Kabupaten Sidenreng Rappang 62, Kabupaten Luwu 4, Kabupaten Buton Selatan 41, dan Mandiri Kumham Sulsel 4.

Adapun metode yang dipakai berupa aplikasi remote rutserv di mana terdeteksi dibeberapa laptop, sehingga aplikasi itu, maka orang lain di luar titik lokasi dapat membantu peserta mengerjakan soal dalam waktu singkat. (Diah)