Produksi Menurun, Petani Tetap Raih Untung, Ini Alasannya

890 Kali Dilihat
Produksi Menurun, Petani Tetap Raih Untung, Ini Alasannya

Sidrap, Infosiar.com — Musim kemarau yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, membuat petani di daerah ini mengalami penurunan produksi, namun tetap meraih untung.

Alasannya, harga pembelian gabah kering panen (GKP) petani saat ini, mengalami lonjakan harga hingga mencapai Rp 7.200/Kg sampai di penggilingan.

Sementara harga jual beras jenis bahan di pasaran umum sekarang ini, juga bervariatif antara Rp 11.600 hingg Rp 11.700 / kg melalui pembelian di gudang penggilingan, sedangkan harga eceran beras premium mencapai Rp 12.500/Kg.

Kepala Cabang Bulog Sidrap, Anwar Halim yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (7/9/2023) membenarkan harga gabah mengalami lonjakan dan harga beras yang bervariasi.

Menirutnya, melonjaknya harga pembelian GKP dibeberapa wilayah didaerah ini, karena tidak meratanya musim panen, dan di perparah pula terjadinya musim kemarau, sehingga ribuan hektar lahan persawahan terancam gagal panen.

“Musim panen tidak merata, di perparah pula dengan terjadinya musim kemarau sehingga ribuan hektar sawah terancam gagal panen, hal ini yang jadi pemicu tingginya harga pembelian GKP sehingga pemerintah melalui Bulog belum mampu menyerap hasil panen padi masyarakat,” jelas Anwar.

Pada bagian lain, Anwar menjelaskan, bulan ini, kerjasama Pemkab Sidrap dan Bulog Sidrap akan segera menyalurkan beras bantuan kepada masyarakat yang terdampak dengan tingginya harga beras di pasaran sesuai hasil pendataan Dinsos Sidrap. (Mia/Diah)