Reklamasi Telah Rampung, Warga Minta Aktivitas Tambang Kembali di Buka

  • Bagikan
Rekomendasi Tim Terpadu Untuk Reklamasi Tambang Sungai Bila Telah Dilaksanakan
Rekomendasi Tim Terpadu Untuk Reklamasi Tambang Sungai Bila Telah Dilaksanakan


Sidrap. Infosiar.online — Rekomendasi penghentian sementara aktivitas tambang galian C di bantaran sungai Bila Kecamatan Pitu Riase, Sidrap yang dikeluarkan Forum Kumonikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk dilakukan reklamasi, saat ini sudah rampung.

Bahkan tim terpadu dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulsel bersama Dinas PSDA dan Dinas Lingkungan Hidup Sidrap telah turun ke lokasi beberapa waktu lalu untuk melakukan evaluasi terkait kegiatan reklamasi.

Untuk itu, setelah rekomendasi reklamasi dilaksanakan dengan baik oleh para penambang yang mengantongi surat Izin Usaha Pertambangan (IUP), sejumlah elemen masyarakat menghendaki agar aktivitas tambang kembali dibuka oleh Forkopimda.

Baca Juga :  Tenggelam di Sungai Bila, Mayat Pria Lansia Ditemukan di Sungai Tokadde, Belawa

Pasalnya, sejak ditutupnya tambang sementara waktu tersebut, warga yang sementara melakukan aktivitas pembangunan berhenti sementara akibat tidak adanya material berupa, pasir, sirtu dan kerikil.

“Sejak dihentikannya aktivitas tambang galian C, pembangunan rumah pribadi sejumlah warga didaerah ini, terpaksa harus dihentikan, dan pembangunan desapun juga ikut tertunda, sehingga kami berharap agar izin aktivitas tambang kembali dibuka,”ujar Ny Nanna, warga Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, dan H Abd Rahman, warga Desa Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga :  Penambang Galian C Dinilai Abaikan Perintah Kapolres Sidrap

Sementara itu, sejumlah sopir truk pengangkut bahan material, P Zise dari Rappang, Lanasa dari Desa Bila Riase, dan P Safa dari Desa Padangloang, mengaku merasa dirugikan dengan ditutupnya aktivitas tambang, karena dari hasil pengangkutan itu dapat menghidupi keluarga kami.

“Saya berharap pemerintah dapat lebih bijak melihat kondisi rakyatnya. Apalagi semua rekomendasi tim terpadu dari provinsi dan kabupaten sudah dipenuhi oleh para penambang resmi, sehingga kami berharap secepatnya dapat dibuka kembali seperti semula,”harap P Zise yang turut diamini sejumlah rekannya. (Diah)

  • Bagikan