Saksi Hidup Penandatanganan Prasasti Monumen Bambu Runcing Rappang, Meninggal Dunia

  • Bagikan
Saksi Hidup Penandatanganan Prasasti Monumen Bambu Runcing Rappang, Meninggal Dunia
Saksi Hidup Penandatanganan Prasasti Monumen Bambu Runcing Rappang, Meninggal Dunia

Sidrap, Infosiar.com — Innalillahi Wainna Ilaihi Roajiun. Ucapan duka ini patut dialamatkan kepada salah seorang saksi hidup penandatanganan prasasti Monumen Bambu Runcing, Rappang, oleh Presiden RI pertama, Soekarno.

Dia adalah, P H Mas’ud Ahmad, pada Selasa kemarin (9/2/2021) sekira pukul 19.45 Wita, menghembuskan  nafas terakhir dikediamannya di jalan Masjid Raya Rappang, Sidrap, dalam usia 91 tahun lebih.

Almarhum P Ude yang kerap dipanggil di kalangan masyarakat Rappang dan sekitarnya, merupakan salah seorang tokoh pejuang dalam melawan penjajahan, dan juga menjadi saksi hidup terhadap kekejaman pasukan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) atau yang dikenal Westerling di Rappang tahun 1948.

Baca Juga :  Mensos Juliari Tersangka, Presiden Jokowi : Bansos Itu Uang Rakyat

Almarhum juga merupakan salah seorang pensiunan PNS lingkup Pemkab Sidrap yang tidak hanya dikenal sebagai tokoh pejuang, melainkan sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat yang banyak mengetahui proses berdirinya masjid raya Rappang.

Baca Juga :  Pengamat : Korupsi Bansos Oleh Mensos, Berbahaya Bagi Jokowi Dan PDIP

“Dengan berpulangnya ke rahmatullah P Ude, kami merasa kehilangan salah seorang tokoh atau figur yang sering dimintai nasehat dan pendapat dalam hal apapun sejumlah kalangan di daerah ini, khususnya masyarakat Rappang,” ujar sejumlah pelayat.

Almarhum yang baru saja di makamkan di pekuburan Islam Bakingnge, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, Rabu (10/2/2021) yang sebelumnya di shalatkan di Masjid Raya Rappang. (Diah)

  • Bagikan