Salut, NasDem Peduli Santuni Korban Luka Bakar di Maros, Ini Jumlahnya

  • Bagikan
Salut, NasDem Peduli Santuni Korban Luka Bakar di Maros, Ini Jumlahnya
Salut, NasDem Peduli Santuni Korban Luka Bakar di Maros, Ini Jumlahnya


Maros, Infosiar.online – Salut, Partai NasDem kembali mewujudkan kepeduliannya kepada salah seorang warga Kabupaten Maros yang mengalami musibah kebakaran dengan memberikan santunan sebesar Rp 10 Juta.

Pemberian santunan itu ditindaklanjuti langsung Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) setelah mendengar berita terkait salah seorang warga Maros yang mengalami musibah kebakaran dengan kondisi memprihatinkan.

Mewakili RMS, Ketua Garnita NasDem Sulsel, drg Andi Rahmatika Dewi langsung menyerahkan bantuan uang tunai kepada korban Rahmat (27) yang mengalami luka bakar disekujur tubuh dengan kondisi 75 persen.

Baca Juga :  Kehadiran Polisi Virtual Diharapkan Mampu Ungkap Jaringan "Passobiz" di Daerah Ini

Politisi partai NasDem, Andi Rahmatika Dewi yang kerap disapa Cicu, didampingi Ketua DPD Partai NasDem Maros, Andi Harmil Mattotorang dan anggota fraksi NasDem lainnya menjenguk korban yang saat ini dirawat di rang ICU RSUD Salewangeng, Maros, Kamis (28/5/20).

“Saya mendapat perintah langsung dari pak Ketua DPW NesDem Sulsel untuk memberikan bantuan uang tunai kepada korban sebesar Rp 10 juta sebagai wujud kepedulian RMS dan NasDem peduli kepada masyarakat yang tertimpa musibah,”kata Cicu.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Maros yang juga Wakil Bupati Maros Andi Harmil Matotorang mengatakan, kepedulian RMS dan NasDem Peduli sangat nyata di tengah masyarakat, ia berharap agar Rahmat segera bisa lekas sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasanya.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, Kapolsek Baranti Lakukan Kerja Bakti

“Ini salah satu bukti kalau NasDem selalu hadir ditengah masyarakat. Mari kita semua berdoa agar Rahmat bisa kembali beraktivitas kembali bersama keluarganya,” jelas Wabup Andi Harmil.

Sekedar diketahui, Rahmat memiliki 7 saudara, dan ia menjadi tulang punggung dan penopang ekonomi keluarga yang bekerja sebagai buruh bangunan akibat kondisi kesehatan orang tuanya tidak memungkinkan untuk beraktivitas. (Diah)

  • Bagikan