Semangat Dan Etos Kerja Nene’ Mallomo, Jadi Motivasi Syahar Raih Penghargaan

  • Bagikan
Semangat Dan Etos Kerja Nene' Mallomo, Jadi Motivasi Syahar Raih Penghargaan


Sidrap, Infosiar.com —
Dengan semangat etos kerja yang dimiliki Nene” Mallomo” Wakil Ketua DPRD Sulsel, H Syahariddin Alrif, S.IP. MM, akhirnya berhasil meraih sejumlah penghargaan ditingkat provinsi maupun nasional.

Dengan “Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata” (Hanya dengan kerja keras yang tak kenal lelah, rahmat Allah akan tercurah), merupakan pameo yang dijadikan motivasi Syaharuddin Alrif dalam menekuni usaha yang dijalankannya.

Demikian disampaikan Syahar, sapaan akrab Syaharuddin Alrif yang dikonfirmasi Selasa (21/9/2021) terkaitdengan usaha perkebunan porang yang dirintisnya sejak beberapa tahun lalu yang saat ini telah sukses dan berhasil.

Ia menceritakan, pada awal merintis usaha perkebunan porang tersebut diatas lahan tandus yang hanya ditumbuhi padang ilalang dengan luas kurang lebih 50 Hektar di Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap, Sulsel, tidak sedikit pihak yang mencibir dan menertawainya.

Setelah berjalan beberapa bulan, kata Syahar, cibiran orang itu ada benarnya. Porang yang ditanam perdana di lahan, itu, banyak yang mati, dan sisanya kerdil serta pertumbuhannya lambat.  

Namun hal itu, tak membuat Syahar merasa putus asa dan patah arang, tapi  justru menjadi pelecut semangat untuk bertani lebih serius dan harus buktikan kalau saya bisa kerja kebun, apalagi saya memang saya anak petani.

“Saya harus buktikan kalau saya mampu bertani atau berkebun, dan tetap optimis akan berhasil, walaupun kulitnya harus terpanggang terik matahari dan terkadang sekujur tubuhnya menggigil kedinginan diguyur hujan, semua itu terus diabaikan karena saya memang seorang anak petani,”jelas Syahar. 

Rentetan kegagalan yang dialami sejak awal merintis, lanjut Syahar, ia bersama kelompok tani “Semangat Milenial” yang dibinanya itu, terus belajar tentang tata cara berkebun tanam porang yang baik dan berhasil.

“Saya bersama kelompok Rani binaan mengolahvtanah tandus dengan memberi ratusan ton sekam padi dari usahao  penggilingan padi yang ada disekitarnya, lalu ditanami puluhan ribu pisang dengan maksud sebagai pohon pelindung agar tanaman porang cepat tumbuh dan produktif,”ujar Syahar.

Selanjutnya, sambung Syahar, berselang 8 bulan kemudian, pisang tumbuh lebat dan porang menampakkan hasil yang menggembirakan dengan adanya Katak atau buah porang yang setiap pohonnya 2 sampai 5 buah katak.

Dengan kesuksesan itu, membuat banyak orang decak kagum termasuk yang awalnya mencibir, karena tidak percaya porang bisa tumbuh ditanah tandus, bahkan tak hanya porang dan pisang yang dikembangkan, ratusan batang kelor, sukun dan lainnya tumbuh lebat. 

“Lahan yang awalnya 50 Hektar, kini sudah menjadi 85 Hektar, Tujuannya, agar petani binaanya lebih semangat dan sejahtera, karena di sela lahan porang yang agak rendah ditanami juga padi dan pelihara ikan,”beber Syahar.

Kesuksesan yang diraih anak mudanya Sulsel ini, tak lagi hanya disibukkan memimpin rapat dan melayani tamu di DPRD Provinsi Sulsel, tapi juga harus cerdas dan lebih disiplin mengelola manajemen waktu, terutama menerima tamu di sekolah alam porang binaanya, mulai kelompok tani, pejabat, politisi dari berbagai daerah hingga pejabat pusat.

“Pejabat pusat seperti Menteri datang belajar tentang bercocok tanam porang, belum lagi undangan untuk mengajar bertani porang dari berbagai daerah dan provinsi diseluruh Indonesia, sehingga hasil kerja keras dan peras keringat itu, terpercik hingga ke Jakarta,”urai Syahar.

Keberhasilan yang diraih Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel itu, membuatKelompok kontak Tani Nelayan Andalan, lewat surat nomor : 048/KTA-NAS/09/2021, akan mengundang Syahar, Kamis mendatang (23/9/2021) dalam rangka penyelenggaraan rembuk paripurna KTNA Nasional di kantor Kementan RI untuk menerima penghargaan lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama, 

“Ini yang menarik,l encana yang dimaksudkan, berupa penghargaan atas pebgabdian, kesetiaan dalam mendampingi, memotivasi semangat dan tanggungjawab serta kemandirian petani dan nelayan dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan serta sistim sistim dan usaha agribisnis, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap warga negara Indonesia, ujarnya.

“Kebetilan nama saya di urutan pertama, dan dua lainnya yang diberi penghargaan tingkat utama yakni bupati Kutai Kartanegara, provinsi Kaltim, Drs. Edi Damansyah, MSi dan Bupati Kampar, Provinsi Riau, H Catur Sugeng Susanto.
Sementara lencana tingkat madya, dari 7 penerima, terdapat nama Dr H Amaran Mahmud, Bupati Wajo, Sulsel, dan 5 lainnya adalah penerima penghargaan tingkat pratama, yang kesemuanya terdiri dari Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, kecuali Syahruddin Alrif yang Wakil Ketua DPRD Sulsel.

“Dengan penghargaan ini, saya merasa bersyukur kepada Allah SWT untuk terus berbuat. Bertani itu, bukan untuk meraih penghargaan, tapi meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani,” tutup Syahar. (Diah)

  • Bagikan