Sukses Jadi Swasembada Beras, Presiden Tolak Permintaan Luar Negeri

382 Kali Dilihat
Sukses Jadi Swasembada Beras, Presiden Tolak Permintaan Luar Negeri

Sidrap, Infosiar.com — Walaupun sukses menjadi swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak permintaan beras jutaan ton dari luar negeri.

Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN Provinsi se Indonesia di Jakarta Timur, Selasa (23/8/2022) yang dikutip melalui CNN Indonesia.

Menurut Presiden, kedua negara tersebut memesan beras dari Indonesia, masing-masing Arab Saudi sebesar 1.000 ton dan Cina sebesar 2,5 juta ton pertahun.

Presiden menjelaskan, stok beras Indonesia memang sudah aman. Hal itu terbukti dari International Rice Research Institute (IRRI) yang memberikan penghargaan terhadap Indonesia lantaran dalam tiga tahun mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut.

Namun demikian, ia ingin Indonesia tetap hati-hati, karena saat ini beberapa negara menghadapi kesulitan pangan. Oleh karena itu, ia mengaku belum berani memenuhi permintaan dari Arab Saudi dan China tadi.

“Kemarin dari China minta beras 2,5 juta ton, Arab Saudi minta 1.000 ton beras. Saat ini kita belum berani, kita setop dulu,” imbuh Jokowi.

Namun demikian, kata dia, jika produksi beras Indonesia sudah meningkat signifikan, maka tidak menutup kemungkinan kita bakal ekspor Arab Saudi dan China.

Untuk itu, lanjut Kepala Negara, ia meminta kepada anggota Kadin untuk mencermati dan melihat peluang tersebut.

“Tapi begitu produksi melompat karena bapak ibu ke situ (produksi beras), bisa saja kita terjun ke situ dengan harga yang sangat visible sangat baik,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, China mengajukan impor beras dari Indonesia sebanyak 2,5 juta ton dalam setahun.

Namun, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengaku mendapatkan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa Indonesia hanya mampu mengekspor beras sekitar 100 ribu ton dalam setahun.

“Sesuai arahan pak Mentan SYL, untuk mengamankan stock beras dalam negeri, nanti ekspor maksimal seratus-an ribu ton saja,” jelas Suwandi. (***)