Terekam CCTV, 3 Aparat Mengaku Dari Polda Sulsel Lakukan Pemerasan di Tempat Kost

  • Bagikan
Terekam CCTV, 3 Aparat Mengaku Dari Polda Sulsel Lakukan Pemerasan di Tempat Kost


Sidrap, Infosiar.com — Aksi pemersan yang dilakukan 3 orang yang mengaku aparat dari Polda Sulsel terhadap penghuni kamar salah satu tempat kost di daerah ini, terekam kamera pemantau atau CCTV, Kamis lalu (29/7/2021), sekira pukul 03.00 Wita dini hari.

Hasil rekaman CCTV yang diperoleh itu, terbagi dua dengan durasi 27 detik dan 23 detik. Selain itu, juga ada foto mobil Mitsubishi jenis Xpander warna putih yang masih menggunalan plat putih, DD 777 XX diduga digunakan oknum mengaku petugas tersebut.

Peristiwa aksi pemerasan itu, diketahui pada Selasa, 3 Agustus 2021 setelah video tersebut beredar luas di media sosial (Medsos) khususnya disejumlah WhatsApp (WA).

Menindak lanjuti masalah itu, media ini melakukan penelusuran di tempat kost yang dimasuki dan digeledah oknum tersebut yaitu, kost Biru, tepatnya kamar 103 yang berlokasi di Kelurahan Rijang Pitu, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Dari hasil konfirmasi dengan penghuni kamar 103 inisial WA (22) mengatakan, tiga orang tersebut masuk ke kos-kosan mengaku anggota Polda Sulsel.

“Dia berpakaian preman. Dan mengaku anggota Polda Sulsel, lalu masuk ke kamar melakukan penggeledahan saat saya buang air kecil di toilet,” ucapnya.

Setelah itu, oknum tersebut mengaku menemukan dua butir obat yang diduga barang terlarang disebuah dos yang ada didalam kamar. Padahal dirinya tidak pernah menyimpan obat-obatan seperti itu.

“Saya kemudian dibawa keliling dan mendatangi sejumlah kos-kosan lagi sambil mengatakan, mau diurus atau bagaimana,” ucapnya.

Setelah korban dibawa keliling, percobaan pemerasan dimulai saat oknum tersebut meminta sejumlah uang senilai Rp10 juta hingga Rp15 juta.

“Saya bilang tidak ada pak, dan saya tidak bersalah. Lalu saya hubungi keluarga untuk datang, setelah tiba keluarga minta surat tugas oknum itu, tapi tidak bisa memperlihatkan,” ujarnya.

Terkahir, pesan yang ada WA dia, ia minta uang bensin sebanyak Rp1 juta, namun keluarga hanya memberikan uang sebanyak Rp700 ribu.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Andi Sopyan yang juga sudah mengatahui kejadian tersebut mengaku kalau oknum tersebut tidak dikenalnya dan bukan anggota Satnarkoba Polres Sidrap.

Hal senada juga diungkapkan Plt Kasi Intelejen BNNP Sulsel, Iptu Ronald Thomas, SE, SH saat dihubungi, dengan tegas membantah tidak ada anggota BNNP Sulsel yang turun melakukan penggeledahan kos-kosan di Kabupaten Sidrap pada saat itu.

“Anggota kami tidak ada yang turun, apalagi mendatangi kos-kosan yang di Sidrap untuk melakukan penggeledahan,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, KOMBES Pol E Zulpan saat dihubungi melalui pesan WhatsAp nya untuk mengkonfirmasi masalah tetsebut, belum direspon hingga berita ini diangkat. (Diah)

  • Bagikan