Terkait Paket “DaPat-Ma”, Syahar : Kalau Memang Cocok, Kenapa Tidak

  • Bagikan
Terkait Paket "DaPat-Ma", Syahar : Kalau Memang Cocok, Kenapa Tidak
Terkait Paket "DaPat-Ma", Syahar : Kalau Memang Cocok, Kenapa Tidak


Makassar, Infosiar.online — Terkait maraknya wacana pencalonan Hj Fatmawati Rusdi di Pilwalkot Makassar yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, mendapat respon positif dari sejumlah kalangan didaerah ini.

Namun, tidak sedikit pula pihak menghendaki agar Partai Nasdem Sulsel menduetkan antara mantan Walikota Makassar, Ramadhan Pohan yang kerap disapa Danny Pomanto dengan Ny Hj Fatmawati Rusdi. 

Pasalnya, kedua figur tersebut, dinilai sebagai paket yang saling melengkapi dalam menakhodai kota Makassar untuk lima tahun mendatang.

Demikian disamoaikan Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel, H Syaharuddin Alrif, S.IP, MM yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (22/6/2020).

Baca Juga :  Politisi dan Partai NasDem Dinilai Paling Peduli Masyarakat, Ini Buktinya

“Sangat terbuka peluangnya untuk menduetkan Danny Pomanto-Fatmawati (Dapat-Ma). Kita sedang pertimbangkan sambil melihat sejauh mana potensi keterpilihannya melalui hasil survei,” kata Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syahruddin Alrif yang kerap disapa Syahar.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan, partainya memang sudah memberikan surat tugas usungan ke Danny Pomanto. Hanya saja sejauh ini, belum diputuskan siapa yang bakal dijadikan wakil. Karena itu, kemunculan Fatmawati Rusdi bisa menjadi salah satu opsi atau pilihan.

“Kita tak mau asal-asalan mendorong pasangan yang kita usung di setiap Pilkada, termasuk Makassar. Makanya, kita berusaha mengusung yang terbaik dengan beberapa variabel dalam menentukan dan menilainya,” jelas Syahar.

Baca Juga :  Jatah Pupuk Bersubsidi Kurang, RMS Janji Siap Fasilitasi Petani Sidrap

Dijelasknnya, ia tak menampik jika sebagian pengurus dan kader partainya menginginkan duet Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi. Alasannya, selain bisa saling melengkapi, juga pertimbangan keduanya punya pengalaman dan kapasitas mumpuni.

“Kalau memang dianggap cocok, dan sama-sama tidak keberatan maju berpasangan, kenapa tidak. Cuma itu tadi, kita tidak asal mengusung begitu saja. Ada pertimbangan dan variabel yang menjadi dasar dan tentunya kita  kan mau menang,”kata Syahar. (Diah)

  • Bagikan