Terkait Surat Pernyataan Vaksin, Orangtua Murid Dilematis

Terkait Surat Pernyataan Vaksin, Orangtua Murid Dilematis

Sidrap, Infosiar.com — Surat pernyataan yang disodorkan pihak sekolah kepada orangtua murid untuk setuju atau tdak anaknya di vaksin Covid 19 untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), jadi dilematis.

Pasalnya, dalam surat pernyataan itu, ada 3 poin persyaratan, dan salah satu diantara poin tersebut, pihak sekolah dan tim medis yang bertugas memberikan suntikan vaksin terkesan enggan bertanggung jawab.

Sementara Presiden RI, Jokowi yang disampaikan tim ahli utama Kantor Staf Preside (KSP), Abraham Wirotomo, Senin lalu (17/1/2022) menginstruksiakan kepada pihak sekolah untuk tidak memaksakan kepada orangtua atau wali murid menandatangani surat pernyataan bersedia di vaksin untuk mengikuti PTM.

Dalam keterangan tertulis, kata Abraham, keluarnya instruksi Presiden untuk melarang pihak sekolah untuk menandatangani surat pernyataan bagi orangtua murid untuk setuju atau tidak, setelah Kepala KSP, Moeldoko melaporkan ke Presiden terkait adanya keberatan dari masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Sidrap, H Pathuddin yang ditemui di kantor Sekretariat DPC PPP, di Pangkajene, Sidrap, Sulsel, Jumat (21/1/2022), angkat bicara terkait masalah yang menuai polemik ini.

Ia mempertanyakan pihak Pemkab Sidrap yang terkesan memaksakan orangtua atau wali murid menanda tangani surat pernyataan setuju atau tidak anak SD yang berusia 6 hingga 11 tahun di vaksin Covid 19 sebagai syarat utama mengikuti PTM didaerah ini.

Sedangkan Presiden Jokowi sudah jelas dan tegas melarang adanya surat pernyataan itu dan pihak sekolah diharapkan untuk tidak menjadikannya sebagai syarat utama dalam mengikuti PTM disekolah.

“Aturan mana yang harus diikuti masyarakat, apakah Presiden atau kepala sekolah,”tanya H Pathuddin yang juga anggota DPRD Sidrap.

Menyikapi masalah ini, kata Pathuddin, pihaknya berencana akan memanggil pihak Dikbud dan Dinkes Sidrap, Senin mendatang (24/1/2022) untuk dimintai penjelasan terkait masalah ini. (Diah)