Waspada, Penderita HIV/AIDS di Daerah Ini Meningkat

386 Kali Dilihat
Waspada, Penderita HIV/AIDS di Daerah Ini Meningkat

Sidrap, Infosiar.com — Penderita penyakit HIV/AIDS didaerah ini terus mengalami peningkatan, sehingga masyarakat diminta untuk terus mewaspadai penularannya.

HIV/AIDS ini, merupakan infeksi berbahaya karena awalnya tidak menimbulkan gejala, tetapi diam- diam merusak sistem kekebalan tubuh dan penderita HIV sangat rentan terkena infeksi penyakit lainnya dan lebih sulit untuk sembuh dibandingkan orang sehat.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinkes Sidrap, Dr Ishak Kenre, yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (27/1/2023).

Menurutnya, data yang dihimpun pihaknya hingga akhir tahun 2022 lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di daerah ini mencapai 36 orang.

Langkah pencegahan dan antisipasi penularan infeksi penyakit ini, ujar Ishak yaitu, Puskesnas melakukan mobile tes, edukasi pencegahan HIV /Aids, pemetaan dan mentoring oleh Dinkes dalam rangka peningkatan Kapasitas petugas dan peningkatan akses layanan serta pengobatan.

ia mengatakan, kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan mitra dalam hal ini pendampingan dan penjangkauan populasi kunci di daerah ini.

Dijelaskannya, ada 7 penyebab utama penularan infeksi penyakit HIV/AIDS yang perlu diwaspadai, yang pertama, berhubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita.

Kedua, penggunaan jarum suntik bersama yang banyak digunakan oleh pengguna narkoba secara bergantian. Ketiga, alat tato atau tindik yang tidak steril yang halnya dengan jarum suntik.

Keempat, transplantasi organ tubuh dari penderita ke orang lain karena vitus didalam organ tubuh penderita dapat masuk kedalam tubuh pasien.

Kelima, Pekerja Rumah Sakit Lebih Rentan, karena bekerja di RS
rentang meningkatkan risiko seseorang tertular virus HIV/AIDS. Ini karena mereka yang bekerja sebagai petugas medis.

Keenam, Air Susu Ibu (ASI) penderita HIV yang dapat ditularkan ke bayi sebelum mengalami kehamilan sehingga hal ini perlu dilakukan konsultasi ke dokter kandungan.

Ketujuh, HIV/AIDS juga dapat diturunkan dari Ibu ke janin dalam kandungan karena janin yang lahir
sangat beresiko mengalami HIV akibat virus dapat menembus sawar plasenta. (Diah)